Sunday, 26 February 2017

MESKIPUN TUA AKU TETAP SETIA


Melihat parasmu yang sudah tidak muda lagi aku tetap menyayangi. Sepuluh tahun sudah kita selalu bersama menyusuri perjalanan ini senang dan duka silih berganti, liku-liku menghampiri perjuangan ini, kesetiaanmu tidak aku ragukan lagi.

Mengingat kesetiaanmu yang tinggi mendampingi kemana aku pergi, membuatku semakin jatuh hati.

Hari ini engkau butuh nutrisi, aku belikan cairan 3 macam demi menjaga tubuh dan perfomamu. Karena aku tahu tiada hari dalam sekejappun aku selalu menyentuhnu, bahkan menaikimu stiap hari, tidak peduli siang maupun malam, bahkan terik matahari atau  lebatnya hujan.

Pagi ini ada tugas liputan, aku bangunkan si hitam aku belai-belai sambil pemanasan. Sesekali aku hentakan untiran sambil aku dengarkan jeritan dan aumanya, aku perhatikan lekuk demi lekuk bagian bawah, aku intip detailnya ternyata masih rapat, tidak ada cairan yang menetes atau meleleh keluar dari dari rongga-rongga jepitan.

Saya maklumi si hitam ini sudah setengah tua, treatmen harus rutin demi menjaga kesehatan dan perfomanya. Sebab kalo sampai terlena akan menyengsarakan dalam perjalanannya.

Si hitam kuda baja ini ibarat istri kedua, ( kalo istri peretama rela) seperi  mobil rumah kedua bagi pemiliknya. Ada keinginan kelain hati, setelah melihat pendatang baru yang lebih trendy dan sexi. Namun apa daya uang tak punya, DP cukup tinggi angsuran belum bisa pasti. Akhirnya cukup setia menyayangi.




No comments:

Post a Comment