Senin, 27 Februari 2017

TRIK SALES MARKETING KELILING


Dunia marketing memang sangat kompleks. Marketing ujung tombak perusahaan atau produk dagangan. Marketing tidak berjalan alamat usaha akan bangkrut dan hilang dari peredaran.

Marketing sepengetahuan saya adalah profesi yang menekuni dunia usaha pemasaran produk atau barang. Marketing tidak hanya jago teori tapi juga harus mumpuni didunia nyata dalam perdagangan.

Hampir setiap usaha perdagangan pasti didukung marketing handal. Keilmuan dan pengalaman seorang marketing sangat diperhitungkan.

Profesi salles berbeda dengan profesi marketing. Seorang marketing biasanya jebolan bangku kuliahan, sedangkan salles biasanya minimal lulusan sekolah menengah. Saya tidak ingin membedakan profesi satu sama lain. Yang jelas seorang marketing rata-rata punya skil dasar-dasar penjualan. Sedangkan salles menjadi ujung tombak seorang marketing.

Tidak jarang juga seorang salles bisa menjadi ahli marketingan karena didukung pengalaman lapangan.

Nah saya ingin cerita tentang trik dan tehnik jualan keliling dilapangan. Melihat di kota-kota besar banyak salles keliling sambil menawarkan barang dagangan, saya mengambil beberapa kesimpulan tentang trik salles marketing keliling dalam menembus pasar.

Pertama yang saya amati dari para salles marketing keliling baik itu individu atau atas nama perusahaan adalah mental mencari penghasilan. Seorang salles marketing yang tidak punya tujuan yang kuat akan menambah beban operasional perusahaan. Nah bagi para salles marketing keliling ada beberapa tips dan trik dalam berjualan diantaranya sebagai berikut :

1. Niatkan dalam diri bahwa mencari rezeki itu wajib dan setiap rezki sudah ada yang mengatur dan membaginya. Tugas seorang salles marketing adalah menjual barang atau produk. Masalah laku atau tidak laku yang penting tawarkan. Ingat rezeki di tangan Tuhan, sedangkan uang ditangan manusia.

2. Berpakaian dan berpenampilan yang wajar, kesopanan seorang salles marketing bisa dilihat cara dia berpenampilan. Hargai dan hormati diri anda sendiri niscaya orang lain akan menghormati dan menghargai anda.

3. Kenali dan pelajari barang atau produk yang akan anda jual, kelebihan, keistimewaan, keutamaan yang melekat pada barang atau produk jualan. Tak kenal maka tak sayang, pepatah itu harus anda camkan. Bila seorang salles marketing tidak tahu dan tidak kenal barang dagangan, bagaimana mungkin bisa menjual dan meyakinkan.

4. Siapkan kalimat-kalimat sopan, yang sudah anda rangkum dari mengenal dan mempelajari barang atau produk dagangan yang akan dijual. Hal ini guna menghindari tata bahasa belepotan. Ingat ilmu jawa "aji ning diri gumantung ing lathi, aji ning rogo gumantung ing busono".

5. Amati dan pelajari calon konsumen yang anda temukan. Apa kesukaannya, apa kebutuhanya apa minatnya dan bagaimana kondisi kejiwaanya. Gali kesukaanya ikuti alur pembicaraanya dan masukan penawaran anda dengan menyelipkan kalimat yang sudah anda tata. Jangan langsung menawarkan produk dagangan anda sebelum terjadi keakraban.

6. Tawarkan produk dan barang dagangan anda dengan jujur, apa adanya. Terangkan kelebihan, keistimewaan, keunggulan, kemudahan secara singkat. manjakan calon konsumen dengan diskon, bonus, garansi kalo ada, kalo tidak ada ya cukup manjakan calon konsumen dengan kata-kata sanjungan yang tulus.

Nah demikian beberapa trik dan setrategi salles marketing keliling yang pernah saya lakukan. Barang kali bisa diambil manfaat silahkan.

Minggu, 26 Februari 2017

MESKIPUN TUA AKU TETAP SETIA


Melihat parasmu yang sudah tidak muda lagi aku tetap menyayangi. Sepuluh tahun sudah kita selalu bersama menyusuri perjalanan ini senang dan duka silih berganti, liku-liku menghampiri perjuangan ini, kesetiaanmu tidak aku ragukan lagi.

Mengingat kesetiaanmu yang tinggi mendampingi kemana aku pergi, membuatku semakin jatuh hati.

Hari ini engkau butuh nutrisi, aku belikan cairan 3 macam demi menjaga tubuh dan perfomamu. Karena aku tahu tiada hari dalam sekejappun aku selalu menyentuhnu, bahkan menaikimu stiap hari, tidak peduli siang maupun malam, bahkan terik matahari atau  lebatnya hujan.

Pagi ini ada tugas liputan, aku bangunkan si hitam aku belai-belai sambil pemanasan. Sesekali aku hentakan untiran sambil aku dengarkan jeritan dan aumanya, aku perhatikan lekuk demi lekuk bagian bawah, aku intip detailnya ternyata masih rapat, tidak ada cairan yang menetes atau meleleh keluar dari dari rongga-rongga jepitan.

Saya maklumi si hitam ini sudah setengah tua, treatmen harus rutin demi menjaga kesehatan dan perfomanya. Sebab kalo sampai terlena akan menyengsarakan dalam perjalanannya.

Si hitam kuda baja ini ibarat istri kedua, ( kalo istri peretama rela) seperi  mobil rumah kedua bagi pemiliknya. Ada keinginan kelain hati, setelah melihat pendatang baru yang lebih trendy dan sexi. Namun apa daya uang tak punya, DP cukup tinggi angsuran belum bisa pasti. Akhirnya cukup setia menyayangi.




Salles Penolong



Setelah mengikuti pelatihan yang hanya jalan kaki sejauh 7 kilometer. Kini para marketing memulai debut kariernya di perusahaan itu. Mereka mengikuti arahan dan penempatan kerja sesuai surat yang mereka terima.

Tidak ada protes dari para marketing yang akan dikirim ke berbagai penjuru kota di indonesia, mereka menurut saja. Satu kelompok marketing tetdiri dari 10 sales yang di pimpin seorang yang telah di tunjuk dari perusahaan. Mereka juga tidak ada pengalaman marketingan baik pimpinan maupun anggota, cuma modal nekad itu saja.

Sampailah rombongan marketing kloter 3 di salah satu kota yang belum pernah mereka datangi. Boro-boro keluar kota antar propinsi keluar antar kabupaten saja tidak pernah. Maklum mereka ini benar-benar orang kampung yang hanya tahu kerja itu ngarit dan nyangkul saja.

Tidak ada survey pasar. Setelah sampai kota tujuan di tampung di sebuah rumah kontrakan yang sudah disiapkan plus barang dagangan. Malam langsung istirahat, sopir hanya mengasih tahu barang dagangan yang harus dijual esok hari.

Suara adzan subuh menandakan waktu pagi telah tiba. Antri mandi satu persatu, yang menunaikan sholat subuh ambil air wudhu di kran depan rumah.

Setelah segala persiapan pribadi selesai mereka berkumpul depan rumah guna apel pagi. Apel pagi dipimpin ketua rombangan yang sudah ditunjuk. Ketua rombongan orang yang awam dalam acara seremonial. Akhirnya apel pagi hanya di isi baca doa bersama, setelah itu maju jalan mencari lokasi tempat jualan berbeda beda.

Wasiman (nama samaran) salah seorang anggota kloter 3 yang sangat lugu. Dia memilih jalan belok kanan pisah dari rombonganya pas diperempatan jalan.

Wasiman menyusuri jalan perumahan yang sepi, padahal masih pagi. Sambil memangul barang dagangan Wasiman menoleh kanan dan kiri siapa tahu ada yang mau beli. Jalan terus tidak pernah berhenti karena perumahan memang sepi.

Terlihatlah oleh Wasiman seorang bapak yang lagi mencuci mobil di depan rumahnya. Wasiman bergegas menghampiri untuk menawarkan daganganya. Namun apa yang terjadi, bibir wasiman terasa terkunci. Niat hati pingin menawarkan ternyata mulut susah diajak kompromi.

"Ada yang bisa di bantu mas?". Sapa bapak pencuci mobil mendahului. "Tidak pak". Jawab Wasiman. Namun wasiman tidak juga beranjak pergi, sambil menaruh barang dagangan yang ia bawa di tempat yang aman.

Sambil mengulung lengan baju panjang putihnya wasiman menawarkan diri, "saya bantu mencuci mobilnya ya pak". Wasiman dengan semangat mengambil kain dan mengosok mobil berhadapan dengan bapak tadi. "Gak usah mas, malah ngerepoti saja". Kata bapak pencuci mobil. " wah tidak apa-apa pak, saya senang kok". Jawab wasiman tidak menghiraukannya tetap mengosok mobil. Akhirnya selesailah mereka berdua mencuci mobil.

Selesai membantu mencuci mobil Wasiman bergegas pergi, namun ditahannya. "Jangan pergi dulu, temeni saya minum teh dulu". Pinta bapak. "Iya pak". Wasiman tidak menolaknya. Akhirnya terjadilah obrolan panjang antara mereka berdua. Wasiman ditanya apa yang dibawa, darimana dan lain sebagainya.

"Bu, sini bu". Bapak itu memanggil istrinya untuk memilih barang dagangan yang dibawa Wasiman. Wasiman dengan lugu menerangkan harga daganganya. Akhirnya ibu itu memilih salah satu dagangan wasiman dan minta sekalian di pasangkan.

Tanpa menawarkan wasiman berhasil menjual barang dagangan yang paling mahal, malah di kasih lebih dari uang dagangan.

Selesai memasang di salah satu dinding wasiman menerima uang bayaran kontan dan dilebihkan. Wasiman bergegas meneruskan perjalanan guna menjajakan barang dagangnya. Dengan hati gembira wasiman bergegas balik ke rumah kontrakan dan nenghitung uang hasil jualan.

BERSAMBUNG.......

Rabu, 22 Februari 2017

KISAH MARKETING KAMPUNG


Awal cerita, di sebuah desa pertengahan antara kota di jawa tengah tepatnya kaki gunung merapi dan merbabu ada seorang pengusaha yang baru merintis usaha pada waktu itu. Usaha yang ia tekuni berbau seni tingkat dewa, berbahan baku tidak seberapa modal yang ia alokasikan namun profitnya luar biasa.

Singkat cerita pengusaha tersebut telah memiliki dagangan yang hendak ia pasarkan. Maklum kampung tersebut menyimpan potensi yang luar biasa, anak mudanya memiliki bakat seni alami yang di dapat secara otodidak. Namu pergaulan anak muda kampung itu di bisa dibilang " ndeso".

Saya gambarkan betapa lugunya pemuda-pemuda tersebut meskipun daerah mereka menjadi jembatan dua kota yang memiliki kebudayaan luar biasa di akui dunia. Kelakuan dan penampilan mereka norak, berpenampilan ala kota tapi bergaya ndeso. 

Apa kata anda bila melihat penampilan seorang anak muda berpakaian trendi ala punk. Rambut gimbal berwarna ala bule, celana putih, baju berwarna hijau pupus menyala, lobang anting telinga lebar plus tato. Sangat norak bukan?. Itulah sekelumit gambaran anak muda di sesa itu.

Setelah dagangan menumpuk banyak yang mo dipasarkan dengan cara direcselling pengusaha tersebut berniat merekrut tenaga pemasaran. Segeralah pengusaha tersebut mendatangi satu persatu pemuda yang masih ngangur di kampunnya ada juga dari luar kampung bahkan dari luar daerah.

Setelah terkumpul barulah pengusaha tersebut mengadakan pembekalan semacam pelatihan. Dalam pelatihan ini sang pengusaha menekankan kejujuran, kegigihan dan daya tahan fisik dan mental.

Pelatihan dilakukan di salah satu rumah yang ada di atas bukit, jarak rumah pribadi dan rumah produksi sekitar 7 kilometer. Awalnya mereka berkumpul di rumah produksi yang mudah aksesnya. Setelah berkumpul mereka langsung didata ulang dan menandatangani surat perjanjian kerja dan pelatihan. Selesai penandatanganan para calon marketing ini digiring diarahkan jalan kerumah pribadi diatas bukit yang jaraknya 7 kilometer dengan jalan kaki. Inilah pelatihan fisik yang harus di jalani.

Dalam perjalanan itu banyak yang ngomel , karena tidak sesuai bayangan mereka pelatihan diruang berAC duduk dibangku mendengarkan arahan sambil makan snack, ternyata tidak. Hati dongkol, capek, kaki lecet, baju klimis jadi kumal kena keringat. Namun apa daya perjanjian pelatihan dan kontrak kerja telah mengikatnya, ya terpaksa.

Kaki perih, pegal, mandi keringat, terlihat wajah murung menahan dongkol akhirnya sampai juga tujuan perjalanan, dirumah pribadi pengusaha. Disambut air mineral satu gelas yang dibagikan beberapa panitia mereka langsung dikumpulkan di auala.

Sambil menunggu arahan berikutnya mereka istirahat melepas lelah sambil menunggu rekan mereka yang masih tertinggal. 

Terlihat oleh mereka mobil mewah masuk pintu gerbang dan parkir persis di depan aula, mereka penasaran siapa gerangan yang datang. Penasaran menyelimuti para calon marketing, lama yang ditunggu-tunggu tidak juga keluar dari mobil, mesin mobil juga tidak dimatikan.

Dari dalam mobil sang pengusaha mengamati calon mitra kerjanya yang kelelahan dan kecapekan. Sang pengusaha merasa puas dengan kegigihan calon marketing mitra usahanya. Lama didalam mobil, tidak buka jendela menambah penasaran para peserta. Sang pengusaha menikmati rasa penasaran calon mitranya, sesekali sang pengusaha membunyikan tlakson guna memberi kode kepada para peserta, namun mereka tidak faham dengan isyarat sang pengusaha bahkan petugas yang ada pada pateng pelongo.

Tak lama hansip yang jaga pintu gerbang lari-lari menuju aula dab meminta peserta pelatihan untuk duduk yang rapi di tempat yang sudah tersedia setelah telephon dari sang pengusaha.

Para peserta duduk rapi persis menghadap mobil sang pengusaha yang masih didalam. Panitia yang ada tidak tahu harus berbuat apa, hanya menunggu sang pengusaha keluar dari mobil setelah sekian lama. 

Mesin mobil dimatikan menambah penasaran peserta pelatihan, terlihat dari diamnya semua peserta pelatihan. Mesin mobil sudah mati sang pengusaha tidak kunjung keluar. Entah apa yang dirasakan dan yang terlintas difikiran para peserta pelatihan?.

Melihat jam tanggan menunjukan jam 13.05 wib Sang pengusaha baru keluar dari mobil. Sirnalah penasaran peserta pelatihan yang sudah sekian lama menempuh perjalanan dan menunggu. Kaki sang pengusaha menapakan di teras depan aula terlihat sandal jepit kulit yang mengalasinya.

Tidak banyak basa-basi sang pengusaha langsung mengucapkan sepatah kata dengan suara keras dan cadas "kalia  semua diterima menjadi karyawan. Saya yakin kalian bisa sukses seperti saya. Kalian langsung kerja, untuk penempatan dan posisi tunggu surat panggilan perusahaan. Setelah ini silahkan pulang berpamitan sama orang tua dan saudara sambil menunggu surat panggilan". Demikian pelatihan dan arahan sang pengusaha.

Sambil membalikan badan menuju mobilnya sang pengusaha melambaikan tanganya seraya mengucapkan salam kepada peserta. Peserta pada binggung campur senang. Binggung mo ditempatkan dimana, posisinya apa dan bekerja apa?. Senang karena diterima kerja.

Senang dan Masih menyimpan pertanyaan dalan pikiranya para pesrta bergegas meninggalkan aula menuju bis VIP yang sudah disediakan. Setiap bangku sudah ada makanan kotak mewah yang siap di santap dan seumur-umur belum pernah naik bus VIP dan makan mewah. 

Bus berjalan agak lambat menuju terminal , agar peserta bisa menikmati makan siang dan merasakan sensasi kemewahan musik dinyalakan. Sampailah di terminal tujuan, peserta pelatihan turun satu persatu sambil bersalaman satu sama lain, berpamitan pulang.

BERSAMBUNG...

Peluang penganguran

Perekonomian dunia kadang lesu kadang cerah. Kondisi tersebut sedikit banyak berpengaruh terhadap kehidupan manusia.
Lesunya ekonomi dapat berakibat fatal bagi sebagian orang, namun ada pula yang menjadikan peluang atas kondisi tersebut.

Menurut pengamatan penulis lesunya ekonomi membuat orang banyak yang frustasi. Mental tidak sanggup menahan tekanan ekonomi, terutama bagi para pekerja yang penghasilanya tertumpu pada perusahaan dimana dia bekerja.

Disaat perusahaan masih sehat belum terkena imbas lesunya ekonomi, hidup masih bisa bernafas lega bahkan berlebihan dalam menikmati hidup. Ini salah satu sifat umum atau lumrah pada manusia yang tidak punya manajemen hidup, pada akhirnya bangkrut.

Namun saat guncangan ekonomi dunia menerpa dan menghantam perusahaan tempat anda bernaung, yang sebelumnya anda prediksi perusahaan anda akan tetap bertahan dari terpaan lesunya ekonomi global bisa jadi kelimpungan dan sempoyongan menbiyayai hidup.

Nah tulisan ini hanya sekedar berbagi bagaimana mensiasati kehidupan ini. Agar kita bisa menjadikan peluang dalam segala keadaan baik itu ekonomi lesu atau cerah semua jadi peluang.

Baiklah kita coba urai benang kusut ini biar bisa untuk menjahit masa depan. Yang pertama yang harus kita oprek adalah cara berfikir kita. Ya cara berfikir dalam memandang segala masalah harus bulat tidak kotak-kotak, kenapa harus bulat, agar mudah bermanufer.

Cara berfikir dengan sudut pandang yang berbeda akan menghasilkan ide yang banyak. Tuhan menganugrahkan akal fikiran tidak lain untuk berfikir, berfikir tentang dunia tidak ada batasanya. Otak manusia sama bentuknya namun beda kuwalitasnya.

Oke disaat tidak ada kerjaan alias menganggur jangan sampai jiwa juga ikut ngangur. Perasaan boleh resah tapi akal harus berfikir melihat segala peluang yang ditawarkan dunia, segala lini kehidupan dan permasalahan kita lihat dari segi yang positif.

Mengangur memberikan peluang untuk berfikir, merenung guna mengumpulkan segenap tenaga untuk loncatan masa depan. Kamus mengangur hanya berlaku bagi orang yang malas, malas berfikir, malas, malas beraksi akhirnya fikiran buntu, akal lumpuh, jiwa raga rapuh.

Coba kita hayalkan segala sesuatu yang indah dan lucu, kita renungkan satu demi satu akan kita dapatkan setitik peluang dan celah masalah yang harus dicarikan solusinya. Disinilah mengangur secara fisik mendapatkan kembali kerjaanya.

Fungsi manusia ada adalah untuk menyelesaikan masalah didunia. Selama manusia masih ada maslah pasti ada. Masalah dan solusi hidup berdampingan abadi.

Masalah adalah peluang. Hampir seluruh ide kreatifitas berawal dari maslah. Suatu contoh penemuan pakaian berasal dari masalah manusia kedinginan, penemuan obat berawal dari masalah penyakit dan seterusnya.

Nah samapai disini jangan gundah lagi bagi yang mengangur gunakan waktu mengangur untuk berfikir, mecari masalah yng harus di selesaikan jangan terpaku pada pekerjaan. Boleh jadi dengan mengangur menjadi pekerjaan yang selalu mengispirasi ide-ide yang terpendam sebagai mutiara hidup.




Selasa, 21 Februari 2017

Cerdas baca peluang bisnis

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1227303740716959&substory_index=0&id=1225172467596753

JALAN HIDUP



TANGIS KEHIDUPAN

Saat manusia lahir sekelilingnya bahagia, meskipun anak yang baru lahir menagis entah mengapa?. Malah tangisan anak menabah kebahagiaan tersendiri bagi orang tua dan dokter yang menanganinya.

Apa sebenarnya arti tangis bayi ini bagi orang-orang disekelilingnya. Apakah bayi merasa kesakitan setelah dilahirkan?, padahal pusarnya belum di potong, atau kesakitan karena kedinginan? Ada yang ingat kenapa kita dulu waktu dilahirkan menangis kecang ?.

Tangisan ternyata tanda kehidupan. Begitulah kiranya jawaban dari tangis bayi ketika dilahirkan. Menurut ilmu kesehatan bayi yang diam saat dilahirkan bertanda kurang menyukai kehidupan alias kurang sehat. Bahagilah orang-orang yang lahir dengan tangisan yang kencang.

Dari tangis bayi yang menandakan kesehatan bila kita renungkan, ternyata tangisan adalah tanda sehatnya kehidupan.

Bisa dikatakan orang yang tidak bisa nangis adalah orang yang kurang sehat kehidupanya. Coba kita runtut kehidupan ini semua penuh tangisan. Dipuncak kebahagiaan ada tangisan haru, dipuncak kesesihan ada tangisan pilu. 

Aku renungkan ternyata tangisan adalah menyehatkan kehidupan.