Rabu, 22 Februari 2017

KISAH MARKETING KAMPUNG


Awal cerita, di sebuah desa pertengahan antara kota di jawa tengah tepatnya kaki gunung merapi dan merbabu ada seorang pengusaha yang baru merintis usaha pada waktu itu. Usaha yang ia tekuni berbau seni tingkat dewa, berbahan baku tidak seberapa modal yang ia alokasikan namun profitnya luar biasa.

Singkat cerita pengusaha tersebut telah memiliki dagangan yang hendak ia pasarkan. Maklum kampung tersebut menyimpan potensi yang luar biasa, anak mudanya memiliki bakat seni alami yang di dapat secara otodidak. Namu pergaulan anak muda kampung itu di bisa dibilang " ndeso".

Saya gambarkan betapa lugunya pemuda-pemuda tersebut meskipun daerah mereka menjadi jembatan dua kota yang memiliki kebudayaan luar biasa di akui dunia. Kelakuan dan penampilan mereka norak, berpenampilan ala kota tapi bergaya ndeso. 

Apa kata anda bila melihat penampilan seorang anak muda berpakaian trendi ala punk. Rambut gimbal berwarna ala bule, celana putih, baju berwarna hijau pupus menyala, lobang anting telinga lebar plus tato. Sangat norak bukan?. Itulah sekelumit gambaran anak muda di sesa itu.

Setelah dagangan menumpuk banyak yang mo dipasarkan dengan cara direcselling pengusaha tersebut berniat merekrut tenaga pemasaran. Segeralah pengusaha tersebut mendatangi satu persatu pemuda yang masih ngangur di kampunnya ada juga dari luar kampung bahkan dari luar daerah.

Setelah terkumpul barulah pengusaha tersebut mengadakan pembekalan semacam pelatihan. Dalam pelatihan ini sang pengusaha menekankan kejujuran, kegigihan dan daya tahan fisik dan mental.

Pelatihan dilakukan di salah satu rumah yang ada di atas bukit, jarak rumah pribadi dan rumah produksi sekitar 7 kilometer. Awalnya mereka berkumpul di rumah produksi yang mudah aksesnya. Setelah berkumpul mereka langsung didata ulang dan menandatangani surat perjanjian kerja dan pelatihan. Selesai penandatanganan para calon marketing ini digiring diarahkan jalan kerumah pribadi diatas bukit yang jaraknya 7 kilometer dengan jalan kaki. Inilah pelatihan fisik yang harus di jalani.

Dalam perjalanan itu banyak yang ngomel , karena tidak sesuai bayangan mereka pelatihan diruang berAC duduk dibangku mendengarkan arahan sambil makan snack, ternyata tidak. Hati dongkol, capek, kaki lecet, baju klimis jadi kumal kena keringat. Namun apa daya perjanjian pelatihan dan kontrak kerja telah mengikatnya, ya terpaksa.

Kaki perih, pegal, mandi keringat, terlihat wajah murung menahan dongkol akhirnya sampai juga tujuan perjalanan, dirumah pribadi pengusaha. Disambut air mineral satu gelas yang dibagikan beberapa panitia mereka langsung dikumpulkan di auala.

Sambil menunggu arahan berikutnya mereka istirahat melepas lelah sambil menunggu rekan mereka yang masih tertinggal. 

Terlihat oleh mereka mobil mewah masuk pintu gerbang dan parkir persis di depan aula, mereka penasaran siapa gerangan yang datang. Penasaran menyelimuti para calon marketing, lama yang ditunggu-tunggu tidak juga keluar dari mobil, mesin mobil juga tidak dimatikan.

Dari dalam mobil sang pengusaha mengamati calon mitra kerjanya yang kelelahan dan kecapekan. Sang pengusaha merasa puas dengan kegigihan calon marketing mitra usahanya. Lama didalam mobil, tidak buka jendela menambah penasaran para peserta. Sang pengusaha menikmati rasa penasaran calon mitranya, sesekali sang pengusaha membunyikan tlakson guna memberi kode kepada para peserta, namun mereka tidak faham dengan isyarat sang pengusaha bahkan petugas yang ada pada pateng pelongo.

Tak lama hansip yang jaga pintu gerbang lari-lari menuju aula dab meminta peserta pelatihan untuk duduk yang rapi di tempat yang sudah tersedia setelah telephon dari sang pengusaha.

Para peserta duduk rapi persis menghadap mobil sang pengusaha yang masih didalam. Panitia yang ada tidak tahu harus berbuat apa, hanya menunggu sang pengusaha keluar dari mobil setelah sekian lama. 

Mesin mobil dimatikan menambah penasaran peserta pelatihan, terlihat dari diamnya semua peserta pelatihan. Mesin mobil sudah mati sang pengusaha tidak kunjung keluar. Entah apa yang dirasakan dan yang terlintas difikiran para peserta pelatihan?.

Melihat jam tanggan menunjukan jam 13.05 wib Sang pengusaha baru keluar dari mobil. Sirnalah penasaran peserta pelatihan yang sudah sekian lama menempuh perjalanan dan menunggu. Kaki sang pengusaha menapakan di teras depan aula terlihat sandal jepit kulit yang mengalasinya.

Tidak banyak basa-basi sang pengusaha langsung mengucapkan sepatah kata dengan suara keras dan cadas "kalia  semua diterima menjadi karyawan. Saya yakin kalian bisa sukses seperti saya. Kalian langsung kerja, untuk penempatan dan posisi tunggu surat panggilan perusahaan. Setelah ini silahkan pulang berpamitan sama orang tua dan saudara sambil menunggu surat panggilan". Demikian pelatihan dan arahan sang pengusaha.

Sambil membalikan badan menuju mobilnya sang pengusaha melambaikan tanganya seraya mengucapkan salam kepada peserta. Peserta pada binggung campur senang. Binggung mo ditempatkan dimana, posisinya apa dan bekerja apa?. Senang karena diterima kerja.

Senang dan Masih menyimpan pertanyaan dalan pikiranya para pesrta bergegas meninggalkan aula menuju bis VIP yang sudah disediakan. Setiap bangku sudah ada makanan kotak mewah yang siap di santap dan seumur-umur belum pernah naik bus VIP dan makan mewah. 

Bus berjalan agak lambat menuju terminal , agar peserta bisa menikmati makan siang dan merasakan sensasi kemewahan musik dinyalakan. Sampailah di terminal tujuan, peserta pelatihan turun satu persatu sambil bersalaman satu sama lain, berpamitan pulang.

BERSAMBUNG...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar