Tuesday, 15 August 2017

Dalam Angkutan Umum


Perjalananku kali ini menyusuri pinggir kota.
Aku numpang angkutan umum trayek B jurusan
jalan Lingkar. Kurang seperempat putaran
tujuan perjalananku baru sampai.

Udara panas lembab dan pengap, hujan
sebentar yang menguyur disusul terik matahari
yang menyengat. Keringat bercucur bau dacin
kecut bercampur bau parfum.

Angin menerpa lewat pintu dan jendela tidak mampu mengurangi pengap, penumpang mengusap keringat dengan tisu dan lengan baju. Aku pun tidak tinggal diam demi kenyamanan aku ambil kertas untuk berkipas.

Lampu merah menyala, pertanda kendaraan harus berhenti sementara. Demi keselamatan perjalanan sopir menghentikan mobil. Melintas seorang pengemis yang membawa keresek hitam mengetuk-ngetuk mobil sedan. Aku penasaran, memperhatikan mobil sedan dan pengemis. Tiba-tiba hatiku miris melihat pengemis seketika lari terbirit-birit melihat Satpol PP turun dari mobil.

Pengemis itu terlihat kurus kumal giginya kuning meringis, ia tertangkap Satpol PP.  Digelandang naik mobil truk meronta minta dibebaskan, apa daya melawan aturan Perda Ketertiban. Akhirnya entah dibawa kemana pengemis itu sama Satpol PP. Sementara mobil sedan tetap diam menunggu lampu hijau tanda harus berjalan.

Dalam angkutan umum yang aku tumpangi bau keringat yang bercampur parfum kini bertambah bau alas kaki. Kepalaku menjadi pusing mencium bau yang bertambah dacin, tiba-tiba perutku bergolak, keringat dingin keluar, tengorokan tidak mampu menahan luapan, akhirnya aku muntahkan isi perut sebelum sampai tujuan.

Btg14Agustus2017
Hsn

Sunday, 30 July 2017

Cerita Fiksi
KELUARGA BADAL

Sudah tidak ada rasa sayang sesama saudara, mestinya periuk yang kosong diisi air agar tidak gosong, sementara kompor masih menyala belum bisa memadamkanya. Jika benar merasa satu keluarga mestinya tidak tega saudaranya difitnah dan dianiaya. Ini malah sebaliknya, kompor diperbesar apinya.

Sepenggal kejadian pada keluarga Badal menyisakan iris tangis luka yang membawa dendam di kemudian hari. Sradal sebagai anak tertua tidak bisa menjaga marwah keluarganya, malah ikut menghakimi adiknya yang lagi pailit dalam usaha. Seolah-olah menasehati dengan bijaksana ternyata Sradal ingin menguasai semua harta warisan orang tuanya.

Badal selaku orang tua tidak bisa berbuat banyak melihat 4 orang anaknya bersengketa berebut warisan harta. Sudah lama Badal menderita strok sejak memasuki usia senja. Badal hanya bisa meneteskan air mata tatkala melihat pertengkaran anak-anaknya. Istrinya sudah duluan meninggal setelah anak kembarnya memasuki sekolah SMP. Kematian Istri Badal di sebabkan komplikasi dari penyakit diabetes.

Awal cerita Badal seorang pengusaha ternama di kampung Dadap. Sejak kecil Badal terkenal anak trengginas, lincah dan ulet, hal itu terbentuk dari kondisi keluarga yang serba kekurangan. Memaksa Badal kerja keras melihat segala peluang yang menghasilkan uang. Pada usia 25 tahun Badal akhirnya sukses mendirikan CV. Kencana Ungu. Badan usaha yang bergerak di bidang pengadaan dan jasa. CV milik Badal termasuk CV yang disegani du kalangan kontraktor, hampir semua tender bisa dimenangkan kalo dia minat. Tentu saja dengan cara yang tidak benar menurut aturan.

Dipuncak kejayaan CV milik Badal membukukan laba 8 M, sebuah angka yang sangat besar kala itu. Badal pun mampu beli rumah, mobil, sapi dan buka usaha baru. Pada saat itu pula Badal menikah, mengakhiri masa lanjang dengan gadis yang ia temukan di sebuah salon kecantikan. Dari pernikahannya Badal dikaruniai 4 orang anak, 3 laki-laki 1 perempuan. Sebenarnya anak Badal ada lima orang anak, yang pertama meninggal ketika masih balita yang bernama Wadal.

Sradal sebagai anak laki-laki pertama sangat dimanja ketika kecil. Setiap permintaan dan keinginannya selalu di penuhi. Pendidikan Sradal tidak tamat SMP, putus sekolah dikeluarkan gara-gara sering malak teman-temanya di sekolahan. Tidak hanya itu Sradal sering kedapatan guru membawa minuman keras dan senjata tajam di dalam tasnya. Setelah tidak sekolah Sradal di kasih usaha orang tuanya ternak sapi.

Sementara anak kedua Badal perempuan yang bernama Saridal. Anak keduanya ini lumayan tingkat pendidikanya lulus SMk jurusan tatarias. Saridal memang anak kesayangan ibunya, sejak kecil sudah sering diajak ke salon kecantikan usaha keluarga yang dikelola ibunya dan kelak menjadi usaha Saridal.

Kedua anak Badal yang masih SD laki-laki semua, kebetulan mereka berdua lahir kembar, hanya selisih umur 1 jam. Anak kembarnya diberi nama Badil dan Badul. Sejak melahirkan si kembar,  istri Badal sudah jarang ke salon, semua di serahkan ke Saridal yang kebetulan sudah lulus SMK, sesuai dengan jurusan dan pekerjaannya.

BERSAMBUNG ( sudah ngantuk)
Btg21Juli2017
Husain

Saturday, 22 July 2017

GEMBOK SIAL

GEMBOK SIAL

Waktu berkunjung ke gubuk di ladang. Saya terkejut dengan suara berdecit bersahutan, pikiran saya langsung pada tikus-tikus yang bersarang.

Aku buka gembok yang sudah karatan, agak susah memasukan anak kunci dan mengulirkan. Kemudian aku cabut kembali kunci itu dari gembok karena takut patah kuncinya. Setelah aku masukan lagi sama susahnya, kemudian aku cabut lagi kunci itu. Berhubung tidak ada pelicin seperti oli atau minyak goreng aku ludahi kunci itu agar licin. Ternyata sehabis aku ludahi masuk agak gampang, tinggal mengulirnya yang susah sampai pertengahan jari telunjuku terasa perih hampir lecet itu pun gembok juga belum terbuka.

Istirahat sambil berfikir bagaimana caranya membuka gembok itu. Terlintas pikiran pulang kembali ambil palu tapi tidak mungkin karena jarak kebun sama rumah lumayan jauh. Ketika duduk sambil ngudut, muncullah ide untuk membakar gembok tersebut. Segera aku kumpulkan ranting dan daun di sekitar gubuk, terkumpul mencukupi untuk membakar gembok.

Prosesi pembakaran pun aku mulai dengan menyalakan daun-daun kering dan potongan-potongan ranting yang ditopang batang kayu yang persis tingginya di bawah gembok. Tidak lama api sudah menyala, daun dan ranting benar-benar kering karena hampir satu bulan tidak ada hujan.

Aku lihati api menyala tepat mengenai gembok. Aku tunggu agar karat-kara atau kotoran di lobang kunci pada rontok. Setelah beberapa waktu aku tunggu padamlah api itu, gembok terlihat menghitam karena gosong. Aku tunggu sampai gembok dingin. Setelah panasnya berkurang aku pegang gembok denga  beberapa lapis daun, aku masukan kunci dengan pasti, setelah masuk aku ulir kunci ternyata tetap keras. Hampir putus asa aku dibuatnya.

Dalam pikiranku, mungkin kurang lama proses pembakaranya sehingga panasnya tidak mampu merontokan kerak dan kotoranya. Apa salahnya bila aku coba membakarnya sekali lagi dengan api yang agak besar dan agak lama. Kembali aku kumpulkan daun dan ranting kering  dengan jumlah tiga kalilipat.

Setelah terkumpul daun dan ranting kering, aku tata di atas tumpukan bara yang hampir mati pada kayu yang aku letakan tepat di depan pintu dimana gembok itu berada. Kali ini posisi gembok tidak di atas nyala api akan tetapi di tengah-tengan tumpukan daun dan ranting. Selesai aku tata, mulailah aku bakar dengan sekali menyulutkan api dengan korek gas. Tidak membutuhkan waktu lama, sekali sulut langsung menyala.

Api sudah menyala pelan merayap pasti diiringi jelaga dan jilatan api memumbung mengenai langit-langit gubuk yang terbuat dari kayu. Aku pandangi jelaga dan jilatan apinya tidak membahayakan langit-langit gubuk. Menunggu proses pembakaran gembok yang lagi berjalan, aku istirahat masuk kendaraan yang aku parkir di pingir jalan, sekalian ngudud sama ngopi bekal yang aku bawa.

Menikmati kopi dan rokok di siang hari di pinggir jalan sambil memandang perkebunan yang membentang sangat menyenangkan. Seolah-olah telah lepas dari beban keseharian, sambil berhayal sesekali nyeruput kopi, asap mengebul dari mulutku aku hisap dalam-dalam dan aku keluarkan asapnya kembali dengan rasa penuh kemenangan. Aku rasakan nikmatnya hidup ini tanpa hutang berteman kopi dan rokok  memandang ladang perkebunan suatu kenikmatan yang tidak ada di perkotaan.

Dalam lamunan tergambar kehidupan masa depan yang menyenangkan. Kebun ini nanti akan menjadi penompang kehidupan masa depan, kalo perlu tinggal digubuk sendiri buah-buahan, sayuran dan ikan sudah tersedia semua. Pada puncak lamunan, aku dikejutkan suara lutusan yang mengelegar. Buru-buru aku loncat dari kendaraan lari menuju arah gubuku tanpa mengunci pintu kendaraan dan tanpa membawa apa-apa. Lari sekuat tenaga menerabas ilalang dan ranting-ranting yang menjulur di jalan setapak arah kebunku. Aku lihat asap hitam membumbung api kuning kemerahan menjilat-njilat keangkasa, gubuku terbakar.

Sesampainya di kebun aku lihat gubuk sudah terbakar. Tersisa dinding separo dan atap sudah jatuh terbakar jadi bara, tidak ada pemadam dan pertolongan. Orang-orang kampung pasti mengira kebakaran hutan. Itu biasa saja, karena setiap pembukaan lahan perkebunan biasa dibakar, irit tenaga dan biaya.

Aku lihati gubuku yang biasa aku pakai menepi, sekarang sudah tidak ada lagi, tinggal puing yang membara dan arang yang masih mengeluarkan asap. Kompor gas yang biasa aku pakai masak meledak tinggal besi yang tidak membentuk lagi. Dan tikus-tikus penghuni gubuk ini pasti sudah pada mati terbakar atau kena ledakan tabung gas pikirku saat menganalisa sisa-sisa kebakaran.

Ada  satu benda yang aku cari sebagai tertuduh penyembab kebakaran adalah gembok. Aku cari gembok penyebab kebakaran itu di reruntuhan arang, aku sibak tumpukan arang dengan ranting. Aku temukan dia terpangang hitam mengeluarkan asap panas. Aku tunggu sampai dingin, aku tetap penasaran bagaimana caranya bisa membuka gembok tadi, setalah menelan satu korban gubuk. Dengan sabar aku ambil kunci disaku aku coba memasukanya dilobang kunci gembok, dengan penasaran aku putar ke kanan ke kiri gembok juga tidak terbuka. Akhirnya dengan rasa menyesal aku lemparkan gembok itu diantara semak belukar.

Btg20Jli2017
Hsn

Monday, 13 March 2017

Marketing Itu Penting

Semalam ketika membeli sate di salah satu warung lengganan.  Saya melihat ada seorang wanita yang sangat energik, berpotongan rambut pendek menggunakan jaket warna cream dan bercelana jeans. Dalam penglihatanku, tingkah laku dan gaya yang ia gunakan dalam berkata-kata tidak asing bagi saya sebagai mantan marketing, saya ini marketing amatiran.

Dengan diam-diam melihat perilakunya, Naluri intelijenku seperti radar menyala otomatis, pendengengaranku sama perhatianku tertuju pada percakapan kedua orang yang tepat di belakangku. dengan hati-hati aku perhatikan pembicaraanya sambil membenahi posisi duduku agar tidak mencurigakan mereka berdua. Telinga fokus pada pembicaraan bisnis mereka apa yang sedang tetjadi pada mereka berdua menjadi perhatian utamaku. Kemudian setelah tahu apa yang mereka bicarakan baru aku fokus pada pendengaran produk atau jasa apa yang mereka bicarakan.

Maklum pada tahun-tahun ini hampir seluruh kegiatan ekonomi mengalami penurunan hampir semua bidang. Melihat harga minyak bumi dan batu bara yang menjadi andalan negara tiba-tiba pasaran anjlok. Harga minyak goreng yang bersumber dari kelapa sawit mengalami fluktuasi harga yang tidak menentu. bahkan cabe dan jengkol juga ikut fluktuasi yang notabene tidak ada yang memperjualbelikan di bursa saham.

Melihat banyaknya PHK dan pensiun dini serta membludaknya jumlah pencari kerja baru, otomatis menambah beban negara dalam hal meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam hal ini menyediakan lapangan pekerjaan.

Melihat dan memperhatikan sebagian para pencari kerja, pada umumnya mereka suka kerja kantoran. Bisa dibuktikan setiap ada penerimaan pegawai negeri sipil jumlah pelamar membludak. Antrean panjang berderet didepan loket pengambilan formulir.

Saya sangat terkesan dengan kegigihan seorang marketing yang menawarkan produknya hingga larut malam hari. Pikir saya mbak marketing ini pekerja keras, mulai pagi aku yakin dia sudah mulai bekerja dan pulang istirahat sebentar mandi ganti baju, berangkat kerja lagi.

Marketing memang pekerjaan yang tidak terikat oleh ruang dan waktu. Dimana ada prospek disitu jiwa seorang marketing akan bekerja tidak akan kenal dimana tempat kapan waktunya asalkan yang bersangkutan berkenan meladeninya.

Marketing adalah pekerjaan yang sangat vital dalam Sebuah perusahaan. Seorang marketing bisa menghidupi hampir seluruh karyawan sebuah perusahaan. Jadi jangan dianggap enteng dan sepele profesi seorang marketing.

Nah biasanya pengumuman lowongan pekerjaan bidang marketing jarang diminati. Lebih-lebih tertulis salles marketing. Padahal kesuksesan seseorang diawali dari jiwa marketing yang selalu melihat segala sesuatunya dijadikan peluang. Tidak jarang seorang pengusaha berawal dari marketing. Oleh karenanya bila ingin meniti karier di perusahaan alangkah baiknya di mulai dari marketing.




Friday, 3 March 2017

OPTIMALKAN PENAMPILAN DALAM JUALAN

Dalam istilah jawa disebutkan bahwa "aji ning rogo gumantung ing busono". Ternyata falsafah tersebut tidak kosong belaka makna yang kita dapatkan sangat relevan di dunia salles dan marketing  dalam meningkatkan penjualan. Penampilan dan Perfoma fisik seorang salles marketing sangat menentukan.

Biasa kita lihat seorang salles marketing berpakaian rapi, hal ini sebenarnya sangat wajar bila seorang salles atau juru jual punya keinginan meningkatkan penjualan. Dari cara berpakaian seseorang dapat dinilai apakah dia dalam kondisi prima atau dalam keadaan kejiwaan yang kurang setabil. Bila pakaian yang di kenakan seorang salles kurang rapi atau berpenampilan alakadarnya atau malah acak-acakan konsumen akan merasa enggan.

Penampilan merupakan persoalan mendasar bagi seorang juru jual. Ibarat seperti pepatah jawa yang disebutkan tadi diatas. Aji ning rogo gumantung ing busono yang artinya harga sebuah raga terletak pada busana. Tidak heran bila semua raja mayoritas memiliki baju kebesaran, hal ini dilakukan demi menjaga kewibawaan itu sendiri. Pakaian juga menandakan setatus pemakainya. Dalam ilmu teater bila seorang berpakaian ala kadarnya biasanya berperan pembantu, bisa seseorang itu berpakaian parlente atau serba necis dan wangi itu berperan sebagai juragan.

Nah dari paparan diatas tententunya kita sudah dapat pencerahan pentingnya penampilan bagi seseorang terlebih seorang salles marketing atau juru jual. Berpakaian atau berpenampilan sebenarnya tidak perlu mahal-mahal yang penting masuk setandart kerapian, kesopanan.

Penting juga bagi seorang salles marketing atau juru jual memperhatikan hal-hal diatas. Sebab penampilan dan pendapatan berbanding  lurus. seorang salles atau matketing akan mempunyai kepercayaan diri bila berpakaian yang nyentrik.

Kepercayaan diri dari seorang salles marketing nampak pada cara ia berpenampilan. Lihat saja seorang salles atau juru jual yang mengunakan jas,komplit dengan dasi dan warna celana serasi akan lebih berwibawa bila di banding berpakaian ala kadarnya saja. Perbedaan itu bila kita sandingkan akan sangat kentara antara yang memakai jas dan berpakaian biasa saja.

Memang tidak semua clossing penjualan disebabkan karena penampilan seorang salles marketing saja. Dan perfoma juga tidaj dipengaruhi oleh mahalnya pakaian. Namun pakaian sangat menandakan seseorang dan kepribadian.

Berjualan atau sallesman pada umumnya hanya memikirkan target-target penjualan namun tidak memperhatikan faktor-faktor suksesnya berjualan. Nah salah satu faktor suksesnya seorang sallesman atau juru jual adalah penampilan tadi. Penampilan tidak hanya fokus pada mahalnya pakaian akan tetapi perfoma yang ada di dalam jiwa.

Sallah seorang marketing akan nemilirkan hal-hal yang mendukung suksesnya penjualan. Diantaranya adalah seragam pakaian, kenapa hal ini menjadi perhatian dalam suksesnya berjualan?. Mari kita perhatikan keunggulan pakaian seragam dalam membantu suksesnya berjualan bagi sallesman.

Yang pertama yang sangat menyolok kelebihan serombongan salles yang berpakain seragam adalah menandakan kekompakan dan satu tujuan pikiran. Sekumpulan manusia bila di kasih seragam yang sama akan mudah mengatur dan menyatukan fikiran dan tujuan, itu salah satu keistimewaan salles berpakaian seragam.

Yang kedua yang bisa kita gali dari pakai seragam salles adalah adanya kekompakan, kekompakan akan sangat terlihat dengan seragam. Sebuah contoh barisan tentara yang melakukan parade, mereka berjalan dengan langkah yang indah, kompak, dan tidak ada rasa canggung dalam menapakan langkah kaki mengikuti alur irama barisan.

Kemudian keuntungan yang lebih adalah mudahnya terciptakanya brand. Bila anda seorang pengusaha yang membutuhkan brand dari produk anda, dalam memasarkan sangat efektif bila meberikan pakaian seragam seluruh salles lapangan karyawan anda. Hal ini jadi sangat efektif membangun brand produk dibanding memasang iklan disurat kabar dan baliho billbord di sepanjang jalan. Tentu lebih murah dan efisian, karena salles yang berseragam secara otomatis akan membangun brand produk anda.

Sebuah contoh keuntungan dari memberikan pakain seragam bagi seluruh karyawan sebuah perusahaan dagang adalah naiknya tingkat kepercayaan publik. Secara tidak langsung pesan yang disampaikan dengan pakaian seragam karyawan adalah makmurnya seluruh karyawan, karyawan merasa diperhatikan mulai dari pakaian sudah mendapat perhatian apalagi kesejahteraan, paling tidak pesan itu yang bisa digangkap oleh sebagian publik.




Wednesday, 1 March 2017

SALLES MARKETING LILLAHI TA'ALA


Menyambung dari tulisan Kisah Marketing Kampung, kali ini saya akan coba menulis salah seorang anggota marketing kloter 3 yang bernama Solihun ( nama samaran ). Solihun ini dimata saya dan teman-teman sesama marketing tergolong orang yang langka. Secara kasat mata dia sama seperti kita pada dasarnya, namun dia sangat berbeda dalam hal bisnis yaitu dunia selles marketing. Dia punya cara yang sangat berbeda dengan orang-orang pada umumnya dalam hal pemasaran produk atau barang.

Solihun, mempunyai latar belakang agama yang kuat. Dia termasuk santri yang penurut pada waktu di pesantren. Pesantren Solihun terletak di desa, termasuk kategori pesantren salaf, pesantren yang mempelajari kitab-kitab kuning dan gundul. Dimana dalam pesantren itu tidak diajarkan ilmu-ilmu ketrampilan hidup, seperti beternak, bercocok tanam, apa lagi ilmu marketingan.

Sesama salles marketing keliling, Solihun termasuk the best marketing. Setiap keluar mencari orderan selalu closing dengan jumlah yang mengembirakan. Pada umumnya rombongan salles marketing keliling kloter 3 kelompoknya Solihun satu orang bisa menjual produk atau barang dagangan 1 biji dalam 3 hari bahkan ada yang satu bulan hanya mampu closing satu kali. Nah Solihun setiap hari closing satu biji bahkan 3 biji produk barang dagangan. Ini yang menarik saya untuk mengulasnya.

Teman-temen Solihun pada penasaran, bagaimana Sholihun cara berjualan, trik dan setrategi apa yang digunakan Solihun sehingga bisa setiap hari closing.

Pada dasarnya Solihun ini anak pemalu, sedikit bicara, bahkan jarang bicara kalo tidak penting. Di dunianya yang baru sebagai salles marketing keliling di tuntut pandai bicara, pandai menawarkan barang dan mempengaruhi calon konsumen supaya membeli produk. Sangat kontras dengan kepribadian Solihun yang pendiam.

Sepulang dari keliling menawarkan produk Solihun langsung laporan kepada leader yang telah di tunjuk perusahaan. Solihun melaporkan dua barang yang laku jual, ini prestasi yang luar biasa total produk yang dijualnya sudah mencapai lebih dari 30 biji dalam waktu dua minggu. Teman-teman Solihun hanya mampu menjual paling banyak 10 biji, sangat jauh dengan bila di banding Solihun.

 Setelah laporan Solihun langsung mandi dan seperti biasa menjelang magrib Solihun membaca Al qur'an sanpai azdan magrib berkumandang. Selepas magrib biasa pada ngobrol dan berbagi pengalaman cerita pekerjaan seharian. Namun Solihun sibuk dengan dunianya sendiri yaitu membaca Al qur'an samapai adzan iysa'.

Solihun menjadi bintang di kloter 3 karena prestasi jualanya. Teman-teman Sholihun pada curiga ilmu apa yang di pakai Solihun atau jimat apa yang dibawanya. Pada akhirnya Sarma, salah satu anggota kloter 3 punya keinginan berjualan bareng sama Solihun sekalian pingin belajar bersamanya. Solihun pun menolaknya, karena Solihun sendiri tidak tahu apa-apa tentang ilmu marketing. Tapi Sarma tetap memaksanya, akhirnya Solihun menyanggupinya dengan berat hati dan perasaan malu.

Pada esok harinya Solihun dan Sarma pun pergi berdua. Keluar rumah jalan kaki belum tahu daerah mana yang akan ditujunya. Sarma pun bertanya malah dijawab balik bertanya. Akhirnya Sarma ngikuti saja kemana Solihun mau menawarkan dan menjual produknya.

Ketemulah rumah yang lumayan, tidak begitu megah tapi mewah. Terlihat ada seseorang yang sedang menyiram tanaman dihalaman rumah. Solihun pun menyuruh Sarma untuk menyamperinya. Tapi Sarma tidak mau, niat Sarma pingin melihat cara Solihun menawarkan produk seperti apa carannya.

Tidak disangka oleh Sarma ternyata, Solihun tidak banyak bicara  dalam menawarkan produknya. Dia hanya menyodorkan buku katalok yang dibawa. Dalam buku itu sudah komplit rincian, spesifikasi dan harga serta cara pembayaranya. Solihun menyerahkan semua keputusan pada konsumenya. Paling kata yang keluar dari mulut Solihun hanya salam, menyampaikan buku katalog, bila konsumen bertanya atau menawar harganya Solihun hanya bilang " ya seperti di buku itu baik harga maupun barangnya, kalo mau ambil silahkan kalo tidak ya terima kasih".

Solihun tidak banyak mengumbar kata dalam berjualan, dia pemalu dan dia takut kalo banyak bicara malah keluar dari apa yang tertulis dibuku. Iya sangat lugu dan polos, mukanya juga tidak memelas, bahkan orang melihatnya saja pingin senyum karena melihat kepolosan dan keloguanya.

Jadi silahkan ambil sendiri hikmah dan pelajaran apa yang anda dapat dari kisah Solihun ini. Kalo saya simpulkan ya semua rezki tergantung pada Illahi.

 Pelajaran yang saya dapat dari kisah ini  adalah menawarkan produk denga ketulusan hati yang dibarengi dengan ketaatan kepada Ilahi lebih mumpuni dari pada kemampuan diri.






Monday, 27 February 2017

TRIK SALES MARKETING KELILING


Dunia marketing memang sangat kompleks. Marketing ujung tombak perusahaan atau produk dagangan. Marketing tidak berjalan alamat usaha akan bangkrut dan hilang dari peredaran.

Marketing sepengetahuan saya adalah profesi yang menekuni dunia usaha pemasaran produk atau barang. Marketing tidak hanya jago teori tapi juga harus mumpuni didunia nyata dalam perdagangan.

Hampir setiap usaha perdagangan pasti didukung marketing handal. Keilmuan dan pengalaman seorang marketing sangat diperhitungkan.

Profesi salles berbeda dengan profesi marketing. Seorang marketing biasanya jebolan bangku kuliahan, sedangkan salles biasanya minimal lulusan sekolah menengah. Saya tidak ingin membedakan profesi satu sama lain. Yang jelas seorang marketing rata-rata punya skil dasar-dasar penjualan. Sedangkan salles menjadi ujung tombak seorang marketing.

Tidak jarang juga seorang salles bisa menjadi ahli marketingan karena didukung pengalaman lapangan.

Nah saya ingin cerita tentang trik dan tehnik jualan keliling dilapangan. Melihat di kota-kota besar banyak salles keliling sambil menawarkan barang dagangan, saya mengambil beberapa kesimpulan tentang trik salles marketing keliling dalam menembus pasar.

Pertama yang saya amati dari para salles marketing keliling baik itu individu atau atas nama perusahaan adalah mental mencari penghasilan. Seorang salles marketing yang tidak punya tujuan yang kuat akan menambah beban operasional perusahaan. Nah bagi para salles marketing keliling ada beberapa tips dan trik dalam berjualan diantaranya sebagai berikut :

1. Niatkan dalam diri bahwa mencari rezeki itu wajib dan setiap rezki sudah ada yang mengatur dan membaginya. Tugas seorang salles marketing adalah menjual barang atau produk. Masalah laku atau tidak laku yang penting tawarkan. Ingat rezeki di tangan Tuhan, sedangkan uang ditangan manusia.

2. Berpakaian dan berpenampilan yang wajar, kesopanan seorang salles marketing bisa dilihat cara dia berpenampilan. Hargai dan hormati diri anda sendiri niscaya orang lain akan menghormati dan menghargai anda.

3. Kenali dan pelajari barang atau produk yang akan anda jual, kelebihan, keistimewaan, keutamaan yang melekat pada barang atau produk jualan. Tak kenal maka tak sayang, pepatah itu harus anda camkan. Bila seorang salles marketing tidak tahu dan tidak kenal barang dagangan, bagaimana mungkin bisa menjual dan meyakinkan.

4. Siapkan kalimat-kalimat sopan, yang sudah anda rangkum dari mengenal dan mempelajari barang atau produk dagangan yang akan dijual. Hal ini guna menghindari tata bahasa belepotan. Ingat ilmu jawa "aji ning diri gumantung ing lathi, aji ning rogo gumantung ing busono".

5. Amati dan pelajari calon konsumen yang anda temukan. Apa kesukaannya, apa kebutuhanya apa minatnya dan bagaimana kondisi kejiwaanya. Gali kesukaanya ikuti alur pembicaraanya dan masukan penawaran anda dengan menyelipkan kalimat yang sudah anda tata. Jangan langsung menawarkan produk dagangan anda sebelum terjadi keakraban.

6. Tawarkan produk dan barang dagangan anda dengan jujur, apa adanya. Terangkan kelebihan, keistimewaan, keunggulan, kemudahan secara singkat. manjakan calon konsumen dengan diskon, bonus, garansi kalo ada, kalo tidak ada ya cukup manjakan calon konsumen dengan kata-kata sanjungan yang tulus.

Nah demikian beberapa trik dan setrategi salles marketing keliling yang pernah saya lakukan. Barang kali bisa diambil manfaat silahkan.